Kegiatan 1: Membaca
Kegiatan 1: Membaca
Bacalah infografi berikut!
A. Kosakata Tematik (Thematic Vocabulary)
Agar lebih mudah memahami isi informasi di atas, bacalah kosakata berikut untuk memahami maknanya!
1. Nama-nama Jamu, Rempah, dan Bahan Herbal
2. Kosakata Khasiat, Manfaat, dan Kondisi Tubuh
3. Kosakata Transaksi dan Negosiasi
B. Struktur Kalimat dan Grammer Focus
1. Prefiks me-, ber-, dan ter-
Prefiks adalah imbuhan (afiks) yang dilekatkan pada bagian awal kata dasar. Prefiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada bentuk dasar dalam pembentukan kata. Prefiks dapat dipahami sebagai imbuhan yang berfungsi membentuk kata turunan melalui penempatan afiks di depan kata dasar.
Pada materi ini, akan dibahas prefiks me-, ber-, dan ter-. Prefiks me- membentuk kata kerja aktif transitif (butuh objek). Prefiks ber- membentuk kata kerja aktif intransitif (tanpa objek) atau menyatakan keadaan. Sedangkan prefiks ter- membentuk kata kerja pasif yang menyatakan keadaan yang sudah terjadi. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.
2. Kalimat Pasif: Variasi Awalan di- dan ter-
Kalimat pasif merupakan kalimat yang subjeknya berperan sebagai pihak yang menerima atau dikenai suatu tindakan. Dalam struktur kalimat pasif, subjek berkedudukan sebagai penderita, sedangkan tindakan dilakukan oleh pelaku. Perubahan dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif terjadi pada fungsi sintaksis, peran objek sebagai sasaran tindakan tetap melekat meskipun kedudukannya berubah menjadi subjek (Oktafianikoling, 2016). Perhatikan tabel di bawah ini!
Contoh Kontekstual:
1. Jamu beras kencur dibuat dengan cara memeras rimpang kencur dan mencampurnya dengan beras.
2. Jamu kunyit asam diminati banyak orang karena rasanya yang segar.
3. Air rebusan jahe itu tertuang seluruhnya ke dalam gelas.
3. Kata Hubung (konjungsi)
Kata hubung merupakan salah satu alat kohesi gramatikal yang berfungsi sebagai penghubung antarunsur bahasa. Unsur-unsur yang dapat dihubungkan oleh konjungsi mencakup kata dengan kata, frasa dengan frasa, dan klausa dengan klausa dalam satu kalimat. Selain itu, konjungsi juga digunakan untuk menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam satu paragraf, serta menghubungkan paragraf dengan paragraf atau bahkan bagian wacana yang lebih luas. Fungsi ini berlaku untuk hubungan yang setara dan yang tidak setara dalam sebuah wacana. Secara umum, hubungan yang ditandai oleh konjungsi terbagi menjadi empat jenis, yaitu hubungan aditif (penambahan), adversatif (pertentangan), kausal (sebab-akibat), dan temporal (urutan waktu) (Setiawati, 2015).